Sabtu, 02 April 2011

Keanekaragaman tumbuhan bawah di Hutan Lindung Boven Lais Batu Roto


KEANEKARAGAMAN VEGETASI TUMBUHAN BAWAH DI
 HUTAN LINDUNG BOVEN LAIS BATU ROTO
KABUPATEN BENGKULU UTARA
 PROVINSI BENGKULU



Description: unib
 







DISUSUN OLEH :
ZETRO A.M SILABAN
E1B009051





WAHANA RIMBAWAN KONSERVASI HUTAN
JURUSAN KEHUTANAN
2011


RIWAYAT HIDUP
            Zetro A.M Silaban dilahirkan di bumi Humbang  Sitampurung Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara pada tanggal 13 Desember 1988. Penulis memasuki pendidikan Sekolah Dasar (SD) pada tahun  1995 sampai tahun 2001. Pada tahun 2001 penulis melanjutkan pendidikan di SLTPN 2 Kota Siborongborong sampai 2004. Pada tahun 2004 penulis melanjutkan pendidikan di SMA swasta PGRI 20 Kota Siborongborong,  di SMA penulis mencapai prestasi  sebagai juara umum dan  juga sebagai guru bahasa inggris di Yayasan Permata English Course (PEC) Kota Siborongborong, sebagai penulis cerpen di berbagai surat kabar di Sumatra Utara. Penulis menyelesaikan pendidikan SMA pada tahun 2007.
            Tahun 2007 sampai tahun 2008 penulis melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi swasta Sisingamangaraja Tapanuli Utara. Pada tahun 2009 penulis diterima di jurusan  Budidaya Hutan Universitas Bengkulu jalur SNMPTN. Saat ini penulis baru menjadi anggota muda di organisasi WARISAN ( Wahana Rimbawan Konservasi Hutan) jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu.


I.      PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Keanekaragaman jenis dari gen tumbuhan ataupaun hewan dapat terjadi melalui evolusi alamiah. Karena jumlah manusia semakin banyak dan menempati daerah yang semakin luas, dan evolusi alamiah itu makin banyak terpengaruh oleh manusia. Dengan semakin majunya teknologi, kemampuan untuk mengubah lingkungan semakin besar. Pengubahan lingkungnan ini misalnya penebangan hutan dan pencemaran sangat mempengaruhi jalannya evolusi.
Keanekaragaman sumber daya hayati Indonesia termasuk dalam golongan tertinggi di dunia, jauh lebih tinggi daripada keanekragaman sumber daya hayati di Amerika maupun Afrika tropis, apalagi bila dibandingkan dengan daerah beriklim sedang dan dingin. Jenis tumbuh-tumbuhan di Indonesia secara keseluruhan ditaksir sebanyak 25.000 jenis atau lebih dari 10 persen dari flora dunia. Lumut dan ganggang ditaksir jumlahnya 35.000 jenis. Tidak kurang dari 40 persen dari jenis-jenis ini merupakan jenis yang endemik atau jenis yang hanya terdapat di Indonesia saja dan tidak terdapat di tempat lain di dunia.
Dari sekian banyak jenis-jenis tumbuhan yang ada sebagian besar terdapat di kawasan hutan tropika basah, terutama hutan primer, yang menutup sebagian besar daratan Indonesia. Hutan ini mempunyai struktur yang kompleks yang menciptakan lingkungan sedemikian rupa sehingga memungkinkan beranekaragam jenis dapat tumbuh di dalamnya. Dari sekian banyak jenis tumbuhan yang ada banyak terdapat di dalamnya jenis-jenis yang kisran ekologinya sama tetapibanyak pula yang berbeda. Jenis-jenis tertentu mempunyai kisaran penyebaran yang luas dan menduduki berbagai macam habitat dan seirama dengan itu pula jenis semacam ini biasanya mempunyai variabilitas genetika yang tinggi.
Keanekragaman sumber daya hayati di hutan lindung Boven Lais Batu Roto tersebut tidak hanya terbatas pada jenis tumbuhan berkayu, namun juga ditumbuhi oleh beranekaragam tumbuhan bawah yang memiliki keanekaragaman jenis yang tinggi. Tumbuhan bawah juga menjadi salah satu bagian dari fungsi hutan. Keanekaragaman jenis tumbuhan bawah yang sangat tinggi menyebabkan adanya kemungkinan masih banyak jenis-jenis tumbuhan bawah lainnya yang belum teridentifikasi, sehingga kita tidak mengetahui dengan jelas bagaimana keanekaragaman tumbuhan bawah yang sebenarnya.
Dalam hal melakukan identifikasi terhadap berbagai jenis tumbuhan bawah yang juga merupakan bagian dari keanekaragaman sumber daya alam hayati maka perlu dilakukan pengukuran-pengukuran, baik itu pengukuran secara langsung terhadap organisme yang bersangkutan ataupun dengan cara mengevaluasi indikator-indikator yang ada. Berbagai aspek yang dapat diamatai dalam rangka pengukuran keanekaragaman sumber daya hayati adalah : jumlah jenis, penyebaran, dominasi, produktivitas, variasi di dalam jenis, variasi atau keanekaragaman genetik, laju kepunahan jenis, nilai jenis atau genetik, jenis asli (alami) atau asing, dan berbagai indikator lainnya.


1.2  Tujuan
             Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan bawah yang ada di Hutan Lindung Boven lais Kecamatan Batu Roto Kabupaten Bengkulu Utara.

II. Tinjauan Pustaka
Hutan merupakan sumber daya alam yang merupakan suatu ekosistem, di dalam ekosisitem ini, terjadi hubungan timbal balik antara individu dengan lingkungannya. Lingkungan tempat tumbuh dari tumbuhan meupakan suatu lingkungan tempat tumbuh dari tumbuhan merupakan suatu sistem yang kompleks, dimana berbagai faktor saling beinteraksi dan saling berpengatuh terhadap masyarakat tumbuh-tumbuhan. Pertumbuhan dan perkembangan merupakan suatu respon tumbuhan terhadap faktor lingkungan dimana tumbuhan tersebut akan memberikan respon menurut batas toleransi yang dimiliki oleh tumbuhan tersebut terhadap faktor-faktor lingkungan tersebut (Indriyanto, 2006).

Keanekaragaman berarti keadaan berbeda atau mempunyai berbagai perbedaan dalam bentuk atau sifat. Keanekaragaman spesies di daerah tropika dapat dilihat pada dua tingkatan, yaitu jumlah besar spesies dengan wujud kehidupan sangat berbeda yang tidak diketemukan di bagian lain dunia ini (Odum,1966). Keanekaragaman Hayati atau Biodiversity adalah berbagai variasi yang ada diantara mahluk hidup dan lingkungan nya. Melindungi keanekaragaman hayati adalah salah satu tantangan terbesar yang harus dihadapi manusia.
Vegetasi merupakan masyarakat tumbuh-tumbuhan dalam arti luasnya. Pada umumnya, tumbuhan terdiri dari beberapa golongan antara lain pohon yaitu berupa tegakan dengan ciri-ciri tertentu. Kemudian dapat diketemukan semak belukar dan lain-lain tergantung dari ekosistem yang diamati. Tumbuhan bawah merupakan tumbuhan yang termasuk bukan tegakan atau pohon namun berada di bawah tegakan atau pohon (Odum, 1993).
Tumbuhan bawah merupakan vegetasi dasar (meliputi semak, tumbuhan herba, rumput dan paku-pakuan) yang secara alami tumbuh dibawah tegakan pohon atau lantai hutan selain anakan pohon, padang rumput dan vegetasi semak belukar. Tumbuhan bawah berperan dalam meningkatkan kesuburan tanah, sumber pangan bagi flora, sebagai tanaman obat, penahan pukulan air hujan, dan sebagai penahan aliran permukaan air.


III. METODE PENELITIAN
3.1 Waktu dan Tempat
            Penelitian dilakukan pada tanggal 18-20 Maret 2011, berempat di Hutan lindung  Boven Lais Batu Roto Bengkulu Utara.
3.2 Alat dan Bahan
            Alat yang digunakan antara lain pensil, pena, tali rafia, gunting, spritus, meteran, dan kertas koran.
3.3 Pelaksanaan Penelitian
            Metode pengumpulan data adalah plot, yaitu dengan membuat plot ukuran 1 meter kali satu meter (1x1) dalam luas area panjang 20 meter  kali luas satu  meter. Mengamati dan mencatat jenis-jenis tumbuhan bawah yang ada dalam masing-masing plot.  Setiap jenis tumbuhan yang di temui dalam plot dilakukan pembuatan herbarium untuk diidentifikasi.


IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
            Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan di Hutan Lindung Boven Lais Batu Roto tercatat 21 jenis tumbuhan bawah, yaitu  Rhoclomnic  trinervie, Cinnamomum   scheafer,  Mollotus   panicultus muell, ARG, Comariopsis   lineata (prest), Dendrobium   Trinervum Ridll,  spesies tumbuhan perdu,spesies A, spesies B, spesies C, spesies D, spesies E, spesies F, spesies G, spesies H, spesies I spesies, spesies J, spesies K, spesies L, spesies M, spesies N. Adapun karakteristik dari jenis-jeniss tersebut adalah sebagai berikut :
a.      Cleistocalyx   operculatum  (Roxb)
Family  Myrtaceae , Daun hijau, alternatif untuk kebanyakan berlawanan, sederhana, dan biasanya dengan marjin (tidak bergerigi) seluruh. Bunga-bunga memiliki sejumlah dasar lima kelopak bunga, meskipun dalam beberapa genera kelopak adalah menit atau tidak ada. Benang sari biasanya sangat mencolok, berwarna cerah dan banyak

b.      Spesies                                   : lomariopsis  lineata (prest) Hoit
Family                                      : Lomano psidaceae
Lomariopsidaceae, Persempit pedang pakis (Nephrolepis cordifolia).Keluarga pakis, mengandung 4 marga dan 70 spesies, di divisi tumbuhan paku (tumbuhan vaskular lebih rendah). Anggota Lomariopsidaceae didistribusikan di daerah tropis, dengan spesies sangat sedikit memperluas ke dalam zona sedang. Mereka mendiami berbagai habitat, spesies yang berbeda, tumbuh di batu dan tebing, memanjat batang pohon. Morfologi daun cukup bervariasi namun paling umum dimorfik, dengan sporangia biasanya telanjang dan hampir seluruhnya meliputi permukaan bawah daun subur. Spora adalah kacang-berbentuk (bilateral). Permukaan daun licin,bentuk ujung daun aristate, sejenis tumbuhan paku-pakuan.

c.       Rhoclomnic  trinervie
Family                                      : Myrtaceae
Bentuk ujung daun                    : Acuminate
Tipe pertulangan daun               : Perfect Basal

Family  Myrtaceae  adalah keluarga tanam suku bunga di kelipatan empat atau lima. Satu karakter penting dari keluarga adalah bahwa floem terletak di kedua sisi xilem, bukan hanya di luar seperti pada tanaman yang lain. Daun hijau, biasanya dengan marjin (tidak bergerigi) seluruh. Bunga-bunga memiliki sejumlah dasar lima kelopak bunga, meskipun kelopak ada. Benang sari biasanya sangat mencolok, berwarna cerah dan banyak.

d.      
e.      Mollotus   panicultus muell,  ARG
Family                          :  Myrtaceae
Merupakan dau tunggal dengan bentuk ujung daun mucronutlate, tipe pertulangan daun craspedodromous (daun sekunder samapi ke tepi daun).

f.        Comariopsis   lineata (prest)
Sejenis tumbuhan perdu, permukaan batang bersisik, warna hijau tua, akar serabut, daun berwarna hijau tua, biasanya hidup di daerah yang lembab.
g.      Dendrobium   Trinervum Rill
Bentuk ujung daun        : Cirrhase (meruncing belok ke arah kanan)
Tipe pertulangan           : Perfect Basal

Ditemukan di Thailand dan Semenanjung Malaysia pada ketinggian sekitar 100 meter dari permukaan laut dengan tepi daun tidak bergerigi. Bagian daun menonjol ditutupi oleh selubung daun dan membawa 4 sampai dengan panjang, 1 sampai 3 perbungaan berbunga dengan bunga-bunga yang timbul berlawanan dengan daun dan tidak terbuka sepenuhnya. Tumbuh pada daerah yang lembab.
h.      Spesies tumbuhan perdu
Permukaan batang bersisik, warna hijau tua, akar serabut, daun berwarna hijau tua, biasanya hidup di daerah yang lembab.
i.        
j.        Spesies B
Bentuk ujung daun aristate ( meruncing),  tipe pertulangan perfect basal, permukaan batang berbulu, tumbuh didaerah yang lembab, warna daun hijau tepi daun tidak bergerigi.
k.      Spesies C
Daun berwarna hijau, bentuk ujung daun apiculate (bergerigi meruncing), merupakan daun tunggal, tipe pertulangan daun semicraspedodromous (bergerigi, daun sekunder tidak sampai ketepi daun)
l.        Spesies D
Seperti batang lengkuas, sifat batang basah, bentuk bagian bawah besar dan semakin ke atas semakin meruncing,  arah pertumbuhan tegak lurus, permukaan batang licin.
m.    Spesies E
Daun lebar seperti daun keladi-keladian, batang basah, bagian bawah batang besar dan semakin keatas semakin runcing.
n.   
o.      Spesies G
Batang basah,  daun tipe filotaksis daun  Distik ( dalam satu buku terdapat dua helaian daun),  bentuk ujung daun acuminate ( runcing), daun berwarna coklat.
p.      Spesies H
Batang mempunyai bulu-bulu halus,  berwarna hijau, tipe pertulangan daun perfect supra basal (tidak sampai ke ujung daun).
q.      Spesies I
Tidak bergetah,akar serabut, daun berwarna hijau, tipe filotaksis daun distik, ujung daun acuminate.
r.       Spesies J
Pohon, bergetah,  daun tunggal,  ujung daun acuminate, tipe pertulangan eucamptodroumous, permukaan daun licin dan berwarna hijau.
s.       Spesies  K
Tumbuhan berkayu, bergetah, daun berwarna hijau, daun tunggal, tepi daun tidak bergerigi, ujung daun aristate, pertulangan daun eucamptodromous.
t.        Spesies L
Suku Lauraceae
Tepi daun bergerigi,ujung daun acuminate, permukaan daun berbulu, berwarna hijau.
u.      Spesies M
Suku Lauraceae,Tepi dau bergerigi,  ujung daun acuminate, batang basah, daun tunggal.     






V, KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
a. Jenis tumbuhan bawah yang terdapat di Boven Lais Batu Roto sebanyak 20 jenis, yaitu :
b. Tumbuhan bawah memiliki peranan penting, yaitu untuk kesuburan tanah, sumber pangan flora, sebagai tanaman obat, penahan pukulan air hujan dan sebagai penahan aliran permukaan air.
5.2 Saran
            Penelitian mengenai tumbuhan bawah sangat penting dilakukan. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan penelitian di daerah lainnya dan dengan mengganakan peralatan yang lebih lengkap, terutama di daerah-daerah lain yang belum pernah dijadikan orang sebagai tempat penelitian.
DAFTAR PUSTAKA
Setiadi, Y. 1983. Pengertian Dasar Tentang Konsep Ekosistem. Penerbit Fakultas Kehutanan IPB. Bogor
Soemarwoto, O. 1983. Ekologi Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Penerbit Djambatan. Jakarta
Soerianegara, I dan A. Indrawan. 1982. Ekologi Hutan Indonesia. Departemen Manejemen Hutan Fakultas Kehutanan IPB. Bogor.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar